Komunitas Fotografer Tanjung Pinang (KFT)

Foto diatas logo komunitas fotografer yang ada di Tanjungpinang, KEPRI INDONESIA.

Hasil Potret By Willy Sukamoto

Foto diatas adalah hasil dari salah satu anggota Komunitas Fotografer Tanjungpinang (KFT)

Selamat natal 2012

Info-Motret mengucapkan selamat tahun baru natal 2012

Hasil Foto By TL Photography

Foto yang diambil di PEKANBARU

info motret

http://info-motret.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

Kumpulan website tool fotografi

Informasi berikut tentang kumpulan beberapa website yang memberikan tool fotografi berguna untuk kita semua. Sebut DOF Calculator, tool ini sangat berguna untuk menghitung jarak hiperfokal lensa kita saat ingin memotret menggunakan teknik hyperfocal.
Ada juga tool virtual lighting studio, dari namanya saja sudah bisa ditebak. Tool fotografi ini berguna untuk latihan foto menggunakan lighting yang biasa disebut strobis. Anda tinggal mengubah posisi lampu dan ingin menggunakan berapa lampu untuk memotret model yang sudah ditentukan.
Tool fotografi Virtual lighting studio tersebut juga menyediakan beberapa pilihan bentuk lampu. Bagi yang baru ingin membeli kamera SLR juga ada tool SLR camera simulator yang berguna untuk latihan teknik fotografi secara dasar.
Mulai dari memahami diafragma, shutter speed juga setingan ISO ada di SLR camera simulator tersebut. Selain itu juga masih ada beberapa tool untuk melihat shuttercount kamera. Juga melihat data exif foto secara lengkap.
Selain itu juga ada kumpulan situs editing foto yang dapat dijadikan alternatif untuk menggantikan aplikasi seperti Adobe Photoshop. Kelebihan situs ini adalah dapat menyimpan pekerjaan anda secara online dan tidak perlu menginstal software di desktop anda.

Kumpulan Website Tool Fotografi

 

1. DOF Calculator (http://www.dofmaster.com/dofjs.html)
Berguna untuk mengetahui depth of field, hyperfocal distance dan circle of confusion dari kombinasi kamera dan lensa. Info hyperfocal distance terutama sangat berguna bagi landscape shooter.
2. SLR camera simulator (http://camerasim.com/camera-simulator)
Bagi pemula, atau yang ingin mencoba merasakan bagaimana fitur DSLR, website ini bisa sangat berguna. Karena kita bisa menentukan setting aperture, shutter speed, dan ISO. Ga cuma itu, focal length dan jarak juga bisa diatur, jadi kita bisa mengira-ngira gimana pengaruh lensa terhadap field of view. Sangat menarik!
3. Virtual lighting studio (http://www.zvork.fr/vls)
Yang lagi belajar jadi strobis, wajib nyoba! Website ini untuk mensimulasi posisi, kekuatan dan berbagai setting lain dari strobo.
4. Myshuttercount (http://www.myshuttercount.com)
Kalau mau ngecek shutter count, silakan buka website ini. Saat ini yang disupport baru kamera Nikon dan Pentax. Ga perlu download apapun, tinggal upload aja fotonya.
5. Cameraimagesensor (http://cameraimagesensor.com)
Ukuran sensor kamera sangat berpengaruh dengan kualitas foto. Pada dasarnya sih, semakin gede ukuran sensornya, semakin bagus kualitas fotonya.
Nah, saat ini udah ada berbagai macam format sensor. Sensor untuk kamera saku sendiri ada lebih dari satu. Selain itu ada APS-C, APS-H, full frame, medium format, dll. Dengan website ini, kita bisa membandingkan secara langsung ukuran dari masing-masing kamera.
6. Flickr EXIF statistic (http://stats.ghusse.com)
Terkadang kita ingin tau, focal length apa sih yang paling sering kita gunakan. Misalnya, kalo baru beli kamera DSLR dengan lens kit 18-55mm, terus ingin tau selanjutnya butuh lensa seperti apa. Kalau kebanyakan ada di range 18mm, berarti kita butuh lensa wide. Sebaliknya kalo kebanyakan mentok di 55mm, berarti butuh lensa tele. Data statistik ini bisa diketahui dengan website ini. Tapi, syaratnya foto2 kita tadi ada di flickr.
7. Jeffrey’s Exif Viewer (http://regex.info/exif.cgi)
Berbeda dengan Flickr EXIF statistic, tool Exif Viewer juga bisa kita gunakan untuk melihat detail exif data foto kita. Dan enaknya foto yang ada di internet, atau yang ada di harddisk, bisa pakai tool ini.
8. Splashup (http://www.splashup.com/splashup/)
Splashup adalah Editor gambar online yang mempunyai banyak fitur dan terintegrasi dengan situs photo sharing seperti Flickr, Picasa dan Facebook dan memungkinkan Anda mengakses foto Anda dari mana saja.
9. Pixlr (http://www.pixlr.com/app/)
Pixlr adalah Editor gambar berbasis Flash yang memiliki user interface hampir sama dengan Adobe Photoshop. Pixlr Memiliki tool Wand yang dapat membantu Anda secara otomatis memilih pixel berwarna serupa seperti tool Magic Wand dari Photoshop).
10. Phoenix (http://a.viary.com/tools/phoenix)
Phoenix adalah editor gambar online yang memiliki kemampuan hampir sama dengan aplikasi editor gambar di desktop.
11. SumoPaint (http://www.sumopaint.com/app/)
SumoPaint adalah editor gambar online yang memungkinkan anda untuk mengedit dan membuat gambar. Mempunyai Shape Tool untuk menggambar berbagai bentuk unik, Brush Tool dengan serangkaian brush yang berkualitas, Transform Tool untuk scaling, moving, rotating dan tool-tool yang lain.
12. Pixer (http://pixer.us/)
Pixeri adalah editor gambar online yang digunakan memenuhi kebutuhan editor gambar yang sederhana Pixer mempunyai tampilan sederhana dan memiliki fitur seperti cropping, resizing dan rotating. Pixer juga mempunyai pilihan pengaturan warna seperti Saturation, Brightness dan Contrast dan anda bisa menyimpan pekerjaan menjadi PNG, JPG, GIF atau BMP.
13. FotoFlexer (http://fotoflexer.com/)
FotoFlexer adalah editor gambar online yang memiliki banyak fitur dan mudah digunakan. FotoFlexer terintegrasi dengan situs photo sharing seperti Flickr, Picasa, Photobucket, Facebook, MySpace.
Semoga Kumpulan Situs Tool Fotografi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada tambahan website penyedia tool fotografi lainnya silahkan ditambahkan menggunakan form diskusi atau juga bisa kontak kami untuk menambahkan ke dalam artikel fotografi ini.

Rabu, 08 Agustus 2012

Tips cara memilih lensa makro dslr

Cara memilih lensa makro dslr

Cara memilih lensa makro dslr-Cara memilih lensa makro dslr-Cara memilih lensa makro dslr


Memilih lensa makro/mikro memang agak rumit karena banyak pilihan lensa, dari yang 2 jutaan sampai 15 jutaan. Apa saja yang kita butuhkan untuk memperoleh lensa makro yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong kita? Supaya tidak menyesal karena memilih lensa makro yang kurang tepat, maka sebaiknya kita memperhatikan beberapa fitur lensa makro dibawah ini:Cara memilih lensa makro dslr
1. Berapa perbesarannya ?
Cari informasi tentang lensanya, apakah magnification-nya 1:1 atau 1:2 atau 1:3.5 Yang terbaik adalah perbesaran 1:1 yang artinya kita bisa fokus sangat dekat dengan subjeknya dan ukuran subjek sama dengan ukuran sensor kamera atau film. Kalau kita foto sebuah penggaris, 1 cm di penggaris akan sama dengan 1 cm yang ditangkap di sensor kamera. Lensa makro yang 1:1 biasanya lensa yang tidak bisa zoom.
2. Lensa makro buat fullframe atau bukan?
Sebagian besar lensa makro didesain untuk kamera DSLR biasa dengan kamera DSLR bersensor full frame. Lensa untuk kamera fullframe memiliki diameter lebih besar, jadinya lebih mahal. Belakangan ini ada lensa yang khusus untuk kamera DSLR bersensor lebih kecil dari full frame, maka itu, lensa makro berjenis ini lebih murah dan ringan. Contohnya adalah lensa Nikon DX 40mm f/2.8 micro, Canon EF-S 60mm f/2.8 macro.
3. Berapa jarak fokal lensanya
Semakin tele, atau jauh jangkauannya, otomatis lensa akan lebih mahal. Lensa yang jangkauannya jauh, seperti 100-200m, dibutuhkan di luar ruangan untuk foto serangga, atau benda bergerak lainnya. Lensa yang jangkauannya pendek seperti 60mm, cocok untuk indoor seperti fotografi makanan atau still life.
4. Kecepatan auto fokus
Sebagian besar lensa makro memiliki kinerja auto fokus yang lambat karena desain rentang fokus yang lebar. Menurut pengalaman saya, ada beberapa lensa makro yang memiliki kecepatan auto fokus cukup tinggi yaitu lensa Canon yang memiliki motor USM. Setiap lensa makro juga biasanya memiliki focus limit switch, yang artinya kita bisa membatasi rentang fokus sehingga mempercepat kecepatan auto fokus.
Kecepatan auto fokus sebenarnya tidak begitu penting bagi fotografer yang menyukai close-up fotografi, tapi untuk fotografer yang juga memotret jenis fotografi aksi dan olahraga, lensa makro yang memiliki auto fokus cepat lebih efektif untuk dipakai.
5. Peredam getar
Tidak banyak lensa Makro yang memiliki fungsi peredam getar, dan yang memiliki fitur ini biasanya harganya relatif mahal, diantaranya adalah Canon 100mm L f/2.8 IS USM, Nikon 105mm f/2.8 VR dan Sigma 150mm f/2.8 OS HSM. Peredam getar ini membantu mencegah getaran tangan kita mempengaruhi hasil foto. Meski sangat membantu terutama jika kita memotret di kondisi lapangan yang sulit, sebagian besar fotografer mengunakan tripod untuk hasil maksimal.

6. Tahan debu dan air
Jika sering memotret di kondisi cuaca yang kurang bersahabat, maka lensa makro yang memiliki fitur tahan debu dan air patut di pertimbangkan. Contohnya, lensa seri L Canon biasanya tahan debu dan air.
7. Lensa makro yang bisa zoom?
Ada beberapa lensa zoom, terutama telefoto yang memiliki fitur makro. Biasanya perbesarannya hanya sekitar 1:3 sampai 1:5 dan kualitas foto yang dihasilkan tidak begitu detail dan tajam jika dibandingkan dengan lensa khusus makro. Tapi harganya jauh lebih murah dan bisa berfungsi ganda sehingga menarik perhatian banyak orang.

8. Bukaan maksimal
Bukaan maksimal lensa makro biasanya relatif besar yaitu f/2.8, dan ada juga yang f/2. Bukaan maksimal tidak begitu penting di lensa makro, karena biasanya fotografer close-up memilih bukaan yang cukup besar supaya subjek fotonya tajam dari sisi ke sisi. Meskipun ditulis f/2.8, lensa makro jika semakin dekat dengan subjek foto, semakin kecil bukaan maksimumnya. Misalnya jika jarak kita ke subjek 1 m, maka bukaan maksimum yang bisa kita bisa pilih adalah f/2.8, tapi jika kita hanya berada 10 cm dari subjek foto, maka bukaan maksimumnya mengecil menjadi f/4.5 atau lebih kecil lagi.

Selasa, 10 Juli 2012

Cara mengetahui shuttercount canon and nikon

Shutter count adalah jumlah total berapa kali shutter dikamera anda telah di pencet sehingga menghasilkan satu foto. Buat apa kita tahu jumlah shutter count kamera? Oke, beberapa keuntungan kita mengetahui shutter count kamera:
  • Kita tahu kira-kira sampai kapan kamera kita masih bisa berkerja dengan baik. Shutter count kamera sama halnya dengan hitungan berapa kilometer mobil/motor anda telah berjalan. Kerja mekanis kamera, seperti barang lainya, juga memiliki keterbatasan usia, sehingga ketika mencapai shutter count tertentu besar kemungkinan mekanisme fungsi kerja kamera akan terganggu (rusak). Sekedar tambahan singkat: saat kita memencet shutter, maka beberapa fungsi mekanis akan bekerja didalam kamera sampai kamera bisa menghasilkan foto. Fungsi mekanis ini tersusun atas beberapa komponen yang cukup ringkih dan tentunya memiliki batasan umur pakai. Standar kamera SLR yang baik adalah mencapai shutter count sekitar 100 ribu, jadi secara total kita bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu kamera SLR tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis. Bahkan beberapa kamera kelas atas meng-klaim bisa mencapai 200 ribu shutter count tanpa mengalami kerusakan mekanis.
  • Sangat berguna saat kita akan membeli kamera bekas. Membeli kamera bekas adalah tindakan beresiko (makanya harganya jauh lebih murah), namun dengan mengetahui jumlah shutter count kamera yang akan kita beli, paling tidak kita telah meminimalkan resiko karena kita jadi memiliki ancang-ancang sampai kapankah kamera bekas yang akan dibeli bisa bekerja dengan baik, sehingga saat kita bisa menawar harga kamera bekas dengan lebih teliti.
Catatan: sebelum membahas shutter count lebih jauh, bagi anda yang belum paham apa itu EXIF, silahkan baca artikel ini

Cara Mengetahui Shutter Count

Lantas bagaimana kita sebagai pengguna awam bisa mengetahui berapa shutter count kamera kita? Ada beberapa alternatif, saya pilihkan beberapa yang paling gampang.
  1. Gunakan EXIF viewer online. Gratis, gampang dan mudah. Dengan cara ini, anda tinggal mengupload foto sampel dari kamera yang ingin anda ketahui shutter count-nya, lalu program akan menghitung secara otomatis berapa shutter count kamera anda. Buka website iniuntuk mencobanya. Begini cara kerjanya: open
      • saat dialog muncul, pilih foto yang ada dikomputer, lalu klik OK
      • klik view image from file
    view
      • tunggu sebentar agar program bekerja
      • lalu akan muncul sederetan data EXIF
      • untuk mengetahui shutter count, tarik scroll bar sedikit kebawah, lalu lihat data yang seperti ini:
    count
    • shutter count kamera saya adalah (dalam contoh diatas): 26464, berarti kamera saya telah dipencet sebanyak -dua puluh enam ribu empat ratus enampuluh empat- kali saat menghasilkan foto ini
  2. Download program exif viewer. Kita bisa mendownload beberapa program khusus yang memang kegunaannya untuk melihat data EXIF. Beberapa diantaranya:
    • EOS Info, program ini sangat akurat untuk mengetahui shutter count kamera SLR Canon (EOS), hanya bekerja di Windows.
    • Opanda Exif viewer, program khusus exif viewer untuk Windows
    • Jika menggunakan Mac, anda bisa mendownload iExifer (harga Rp. 30 ribu) lewat Mac App Store atau untuk program gratisan, gunakan Simple Exif Viewer

Senin, 11 Juni 2012

Tips: menjaga kamera dan perawatannya

Membersihkan Kamera DSLR
Tips Ampuh Merawat Kamera DSLR
Ristizona - Bagi kalian yang hobi fotografi pastinya sudah sangat mengenal kamera DSLR. Seiring perkembangan jaman memang kamera DSLR kini menjadi trend bagi pencinta fotografi. Dari segi ekonomis kamera jenis DSLR memang lebih efisien dari pada jenis SLR. Nah bagi anda yang memiliki kamera DSLR mungkin memiliki berbagai masalah dalam merawat kamera jenis ini. Berikut beberapa tips ampuh yang dapat anda coba untuk merawat kamera DSLR :

1. Secara berkala bersihkan body kamera dengan menggunakan kain yang berbahan viber dan jangan terlalu menekan dalam menggsokanya karena dapat meninggalkan luka dapa body nantinya

2. Selalu bersihkan dengan perlahan lensa dengan tisu khusus yang bisa membersihkan dengan baik tanpa menggores permukaan lensa.

3. Sebaiknya lepaskan lensa dan baterai dari body saat kamera tidak digunakan

4. Selalu tempatkan kamera di ruangan yang sejuk dan tidak terkena matahari secara langsung

5. Simpanlah kamera di dalam tempat khusus yang sebaiknya kedap udara dan jangan lupa masukan silica gel

Tips: mengganti lensa kamera dlsr dengan aman dan cepat

Salah satu kelebihan utama kamera SLR dibandingkan kamera saku adalah karena SLR memungkinkan adanya penggantian lensa (interchangeable). Hanya dengan satu kamera dan jika kita cukup beruntung mampu membeli beragam lensa (atau setidaknya pinjam lensa teman), kita  memperoleh kebebasan berkreasi yang luar biasa dengan mengganti-ganti lensa sesuai keperluan (lebih jauh tentang lensa akan dibahas dalam posting mendatang).
dusty
Namun begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penggantian lensa, terutama jika anda melakukannya di luar ruangan (outdoor). Penggantian lensa di luar ruangan rawan mengakibatkan debu dan kotoran masuk ke kamera dan menempel disensor, sehingga membuat hasil akhir foto tampak ‘ternoda’ seperti terlihat di contoh foto diatas. Selain itu ketidakcermatan bisa mengakibatkan lensa yang sudah susah payah dibeli beresiko rusak dan jatuh sehingga anda akan menyesal (plus diamuk ortu atau istri/suami he he … ).
Berikut cara praktis dan aman mengganti lensa SLR:

  • Kalungkan tali kamera di leher, kemudian posisikan kamera agar menggantung dan menghadap ke bawah
  • Pasang tutup depan (front cap) lensa yang akan diganti
  • Sembari menekan tombol kuncian lensa (biasanya disamping kiri lensa), putar lensa yang akan diganti berlawanan dengan arah jarum jam
  • Putar sampai lensa kendor, namun jangan sampai benar-benar dilepas dari kamera
  • Ambil lensa baru yang akan dipasang. Lepas tutup lensa dibelakang (end cap) dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau sementara pegang lensa-nya dengan satu tangan
  • Sekarang lepas lensa lama dengan tangan yang lain (biarkan kamera menggantung dan tetap menghadap kebawah)
  • Sekarang pasang lensa baru dengan cepat (perhatikan titik putih dilensa, sejajarkan posisi titik putih ini dengan titik putih di kamera) lalu putar hingga terkunci
  • Ambil tutup belakang (end cap) lensa lama dan pasangkan di lensa yang baru
  • Taruh lensa lama di tas kamera
Sedikit tips tambahan;
Setelah penggantian lensa usahakan anda mengaktifkan fitur sensor cleaning di kamera sehingga mengurangi resiko foto anda terdapat bercak debu.
Hindari mengganti lensa saat angin kencang, apalagi anda memotret di pantai!!

Tips : mencegah timbul kabut lensa kamera

Anda menyimpan kamera dan lensa disebuah ruang dingin ber-AC (atau mobil atau ruang hotel) lalu tiba-tiba membawa lensa serta kamera tersebut keluar ruangan ke udara terbuka yang panas. Kalau anda amati gelas kaca di bagian depan lensa, area tersebut dipenuhi kabut sampai sekitar setengah jam kedepan, sehingga lensa praktis tidak bisa dipakai dalam 30 menit kedepan. Pengabutan muncul karena perubahan suhu yang mendadak dari ruang dingin ke ruang panas.


Bagaimana Cara Mencegah Pengkabutan?

lensa dalam plastik
Pada dasarnya ada dua cara, kita bisa mencegah terjadinya pengkabutan atau kita bisa menghilanginya setelah muncul kabut:
  1. Untuk mencegah pengkabutan, masukkan lensa ke dalam kantong plastik Zipper Bag yang biasanya digunakan untuk menyimpan sayuran ke dalam kulkas. Anda bisa membeli plastik Zipper Bag di hampir semua swalayan (meski dengan merk lain).
  2. Masukkan lensa yang sudah didalam kantong plastik tadi kedalam tas kamera atau kompartemen mobil atau almari untuk menghindari gelontoran udara langsung dari AC.
  3. Saat anda keluar ruangan, bukalah kantong plastik tadi, usahakan jangan dibuka didalam ruangan.
Oke, selamat mencoba.

Tips : cara aman menyimpan tutup lensa dan body

Saat mengeluarkan kamera dan lensa dari tas kamera, apa yang pertama kali kita lakukan? Kita selalu membuka penutup body (body cap) dari depan kamera serta membuka penutup belakang lensa (lens rear cap) dari ujung belakang lensa. Pada saat itu tanpa kita sadari kita memegang dua hal yang menjadi sumber utama debu yang bisa masuk langsung ke sensor kamera. Bagaimana kita menyimpan kedua cap tadi seringkali menjadi pembeda antara sensor yang selalu bersih dan sensor yang kotor.

penutup lensa
Bayangkan seandainya kita menyimpan body cap dikantong celana, tempat dimana banyak sekali debu yang bisa menempel ke cap. Lalu saat kita akan menutupkan kembali body cap tadi ke kamera, maka banyak sekali kotoran akan rontok ke sensor, ngeri bukan? Begitu pula dengan lens cap, jika bagian dalamnya terkena banyak kotoran maka bagian belakang lensa pun akan ikut terkotori yang ujung-ujungnya bisa rontok jatuh ke sensor.
Nah sebenarnya cara yang aman untuk menyimpan body cap serta lens cap belakang sangatlah mudah. Cukup kita pasangkan keduanya, putar sampai rapat, maka bagian dalam kedua cap akan terlindung dari kotoran dan debu. Setelah itu barulah bisa kantongi, anda lempar keduanya ke tas kamera lagi atau apapun, yang penting bagian dalamnya rapat.
tips body cap
Gampang bukan?