Komunitas Fotografer Tanjung Pinang (KFT)

Foto diatas logo komunitas fotografer yang ada di Tanjungpinang, KEPRI INDONESIA.

Hasil Potret By Willy Sukamoto

Foto diatas adalah hasil dari salah satu anggota Komunitas Fotografer Tanjungpinang (KFT)

Selamat natal 2012

Info-Motret mengucapkan selamat tahun baru natal 2012

Hasil Foto By TL Photography

Foto yang diambil di PEKANBARU

info motret

http://info-motret.blogspot.com

Kamis, 20 Desember 2012

Foto olahraga

Nah kali ini  , info-motret akan berbagi foto olahraga dengan shutter tinggi. Silahkan dilihat:




nah mungkin ini aja foto-foto yang bisa ditampilkan,inilah foto olahraga terbaik yang diambil dari sumber google. untuk penjelasannya, kami sudah menyediakan teknik photo olahraga. Salam photographer info-motret

Tips memotret foto panggung

dirangkum dari kultwit Arbain Rambey, Fotografer Senior Kompas, melalui twitternya @arbainrambey hastag #FP
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Dalam foto diatas ini, warna merah dan biru bisa muncul bareng (seluruh foto dalam artikel ini adalah karya Arbain Rambey dari web www.arbainrambey.com
Fotografi panggung adalah fotografi yang bertujuan untuk merekam acara pertunjukan, apa pun pertunjukannya. Fotografi panggung secara umum terbagi menjadi dua kegiatan yaitu dokumentasi dan liputan.
Kegiatan dokumentasi pada fotografi panggung dilakukan pihak pelaku atau penyelenggara/panitia untuk merekam segala aktifitas yang terjadi, depan/belakang panggung. Sedangkan, untuk kegiatan liputan pada fotografi panggung umumnya dilakukan media massa (fotografer jurnalistik) untuk berita kebudayaan/kesenian di koran/majalah. Namun, kedua kegiatan tersebut pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapapun, walaupun bukan penyelenggara maupun fotografer jurnalistik, baik untuk kepentingan komersial, belajar maupun koleksi semata.
Sebagian besar pertunjukan panggung berlangsung malam hari, dan sebagain besar dalam gedung. Fokus utama fotografi panggung adalah low light photography dengan pendekatan “pemaknaan” sesuai tujuan pertunjukan. Fotografi panggung terdiri dari: Musik, Fashion, Tari dan Teater.
Secara umum, pertunjukan panggung dirancang untuk ditonton, bukan difoto. Maka, fotografer harus bisa menyiasati beberapa penyesuaian diri, khususnya dalam hal pencahayaannya.
Permainan pencahayaan dirancang untuk ditonton, sehingga kadang saat difoto pencahayaan yang ada di foto tidak bisa rata. Lampu warna-warni yang mencahayai sebuah pertunjukan memang dirancang untuk membuat pertunjukan itu meriah atau wah. Pencahayaan aneka warna tersebut memang rancangan asli pertunjukan tersebut, maka JANGAN DIKOREKSI.
Memilih Setting Teknis Kamera
WB (white balance) dalam memotret sebuah pertunjukan sebaiknya daylight (gambar matahari) agar mendekati mata manusia melihat. Merah terekam merah, biru terekam biru. Namun hasil terbaik akan dicapai kalau Anda memakai format RAW, dan mengatur warna di komputer sesuai kebutuhan artistik yang ada. Hampir separuh foto panggung butuh post processing agar tampil sempurna.
Secara umum, fotografi panggung membutuhkan ISO minimal 400, dan lensa yang cepat fokus. Sebaiknya bukaan terbesar (f, diafragma) minimal f2,8. Diafragma 2,8 bukan berarti harus memakai 2,8. Namun bukaan yang besar memudahkan kita membidik dalam suasana remang. Just for your info, saat kita melihat di jendela bidik (view finder), itu kita melihat dengan lensa yang terbuka pada bukaan terbesarnya.
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Foto diatas ini sampai minus 3 stop karena bidang gelapnya cukup luas.
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Foto ini dan foto sebelumnya menunjukkan bahwa warna-warna aneh masuk ke badan artis karena memang dirancang begitu.
Metoda pengukuran pencahayaan (lighting) pada fotografi panggung bisa M (Manual) bisa pula A (Aperture priority). Pemakaian M dianjurkan manakala kondisi pencahayaan demikian rumit, misalnya bagian yang tercahayai hanya sangat sedikit. Secara umum, dianjurkan memakai A agar segala perubahan pencahayaan bisa “dikejar” oleh kamera secara otomatis, bukan oleh kita selaku fotografernya.
Metoda metering pada M sebaiknya spot, sedangkan pada A sebaiknya Matrix. Manakala kita memutuskan memakai A untuk kecepatan mendapatkan gambar, harus disadari bahwa pencahayaan panggung sangat tidak rata. Ketidakrataan pencahayaan panggung membuat metering pada kamera akan tertipu. Untuk mengatasi hal ini, gunakan tombol kompensasi yaitu tombol +/- di kamera kita.
Kompensasi minus dilakukan bila latar belakang panggung lebih gelap daripada latar depan. Jika terjadi sebaliknya, kompensasi diubah menjadi plus. Kompensasi minus adalah 80 persen dari fotografi panggung. Sebagian besar latar belakang pertunjukan lebih gelap daripada depannya. Untuk menentukan besarnya minus tergantung perbandingan bidang terang dan gelap pada panggung. Makin banyak gelapnya, makin minus.
Secara umum, pada fotografi panggung, cahaya datang dari belakang fotografer. Tapi kadang tidak.
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Dalam foto ini, Arbain Rambey sengaja melawan cahaya
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh foto yang datang dari belakang artisnya
Untuk pencahayaan melawan cahaya, gunakan M dan spot, atau tetap A dengan semangat coba2. Intinya, pencahayaan panggung cepat sekali berubah. Jangan harap semua foto Anda selalu tepat meteringnya. Meleset dikit tetep OK kok.
Panggung Musik
Pertunjukan musik bisa terbagi menjadi: musik hening yang melarang flash atau suara kamera yang keras, dan musik hingar bingar yang motretnya pakai petasan pun boleh.
Musik hening adalah pertunjukan musik kamar dalam ruangan kecil, juga orkestra yang punya bagian-bagian yang hening. Untuk memotret musik hening, pakailah kamera hening. Beberapa kamera punya mode CS (continue silent).
Pertunjukan musik juga membedakan penampilnya: penyanyi solo, grup penyanyi (Backstreet Boys dll) atau band utuh. Memotret penyanyi solo, fokusnya memang ke penyanyi itu. Band pendukung semata latar belakang. Kalau bosan dengan latar belakang band, coba pakai penontonnya.
Memotret penyanyi solo, pendekatan utama adalah pada ekpresinya saat membawakan lagunya. Sedangkan kalau memotret band, yang penting penyanyi utamanya plus satu pemusik. Tak perlu semua pemusik masuk dalam frame.
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh foto yang menggunakan latar belakang penontonnya.
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh foto yang menunjukkan ekspresi penyanyi solo saat membawakan lagunya
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Manakala mesin asap bekerja, itu saat permainan cahaya
Panggung Fashion Show
Memotret panggung yang lain adalah fashion show. Fotografi fashion biasanya sangat rewel pada akurasi warna. Beda dengan musik, cahaya yang dipakai fashion HARUS daylight lamp. Tapi di Indonesia, kadang lampu taman pun dipakai pada fashion show, maka pakailah RAW untuk hasil terbaik foto fashion.
Panggung Pertunjukan Tari
Sedangkan memotret pertunjukan tari, Anda harus memotret pada adegan yang dianggap “adegan puncak”. Adegan puncak bisa dirasakan kalau Anda sering memotret tari. Foto tari bukanlah untuk orang yang baru pertama kali memotret foto panggung.
Sedangkan fotografi teater, mirip tarian, Anda harus menemukan adegan kunci yang fotogenik.
Yang paling penting pada fotografi panggung adalah, Anda berada di posisi yang terbaik.Jangan datang terlambat! Banyak pertunjukan yang hanya boleh dipotret pada gladi resiknya saja. Jangan terlewatkan!
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh foto adegan puncak pertunjukan tari
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh adegan teater yang fotogenik
Tips Fotografi Teknik Memotret Foto Panggung Arbain Rambey
Photo Caption: Contoh foto lain adegan yang bisa disebut “puncak”

Teknik photo olahraga

Foto : artwallpapers.net
Info-motret.blogspot.com - Memotret olah raga memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, karena selain Anda berkutat dengan berbagai teknik fotografi, Anda juga berpacu dengan waktu dan momen.

Karena momen-momen berharga dalam pertandingan olah raga berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, maka fotografer harus mampu mengabadikannya. Tidak semua fotografer handal dalam memotret foto olahraga,biasanya foto itu kurang dari harapan kita, nah kali ini info-motret akan berbagi bagaimana cara foto menghadapi pertandingan olahraga.

Berikut ini beberapa panduan memotret pertandingan olahraga:

  • Gunakan Lensa Panjang (Tele)
Selama memotret, Anda akan lebih membutuhkan lensa tele, sebuah lensa dengan rentang fokus 400mm sudah biasa di kalangan fotografer profesional. Cobalah untuk mendapatkan lensa yang memiliki apertura terbesar untuk mendapatkan lebih banyak cahaya ke dalam kamera.
  • Gunakan Kamera Dengan Rasio Frame Baik
Anda memerlukan kamera yang memiliki rasio frame baik. Dalam fotografi olahraga, ketika momen yang ingin diambil tiba, Anda hanya perlu menekan tombol rana dan mengambil serangkaian gambar. Perbedaan setengah detik sangat berpengaruh. Misalnya Anda memotret pelompat, waktu antara melompat dari tanah dan mendarat bisa lebih kurang dari satu detik. Dengan kamera rasio frame tinggi Anda dapat menangkap gambar ketika pelompat mendarat.


  • Pertimbangkan Lokasinya
Anda harus mengetahui karakteristik lokasi dan jenis olahraga yang akan Anda potret. Contoh: Ada beberapa lomba, khususnya lempar cakram, menembak, dan lempar lembing memiliki persyaratan keamanan tertentu yang harus Anda ketahui.
  • Gunakan Kecepatan Rana Tinggi
Ingatlah bahwa dalam fotografi olahraga Anda menangkap aksi yang bergerak cukup cepat. Oleh karena itu anda perlu kecepatan rana tinggi untuk menangkap momen itu agar menghasilkan gambar yang tajam. Biasanya pertimbangkan untuk menggunakan kecepatan rana setidaknya 1/320 detik. Beberapa lomba yang banyak pergerakan, seperti basket membutuhkan kecepatan rana lebih.
  • Kecepatan ISO
Gunakan kecepatan ISO minimum yang memungkinkan Anda menggunakan kecepatan rana tinggi yang diperlukan bersama apertura besar yang Anda miliki.


  • Fokus
Jika kamera Anda memiliki fitur fokus servo maka gunakan fitur tersebut, khususnya untuk lomba yang berlangsung di lintasan. Jika tidak, fokuskan dulu ke titik tertentu dan mengambil gambar pada momen yang tepat. Dalam mode fokus otomatis cobalah untuk mengikuti target sebelum mengambil gambar yang memungkinkan waktu kamera melakukan fokus daripada menekan tombol rana dan menunggu lensa melakukan fokus sebelum gambar foto diambil.
  • Gunakan Monopod
Karena Anda menggunakan lensa panjang, sedikit pergerakan kamera akan berpengaruh. Monopod akan memungkinkan Anda menstabilkan kamera untuk mencegah goyangan kamera yang akan membuat foto kabur. Kebanyakan orang akan menggunakan tripod namun hal ini cenderung tidak praktis.
  • Jika Ragu - Tekan Tombol Rana
Tak seperti kamera film tradisional, kamera digital tidak terlalu rugi untuk mengambil foto. Jika Anda ragu akan gambar itu, Anda bisa menghapusnya nanti, tapi Anda mungkin saja mendapatkan foto pertandingan yang diinginkan.
  • Hormati Atlet dan Petugas Resmi
Tunjukkan rasa hormat kepada atlet dan petugas resmi. Anda tentu saja ingin membangun reputasi sebagai fotografer yang disukai yang membantu mempublikasikan pertandingan tersebut.
  • Pastikan Anda Memiliki Baterai Cadangan, Memori Tambahan, dan Lainnya
Baterai cadangan, memori tambahan, pembersih lensa, peralatan pelindung jika hujan atau pelindung dari sinar ultraviolet jika cuacanya panas. Pastikan Anda membawa peralatan yang Anda butuhkan, jangan membawa peralatan yang tidak diperlukan karena akan akan memperlambat pergerakan Anda.
  • Ketahuilah Siapa yang Bertanding
Dalam fotografi olahraga, cukup membantu jika anda mengenal subyek yang Anda foto. Jika anda senang dengan basket atau sepak bola, mungkin Anda kenal bintangnya dan siapa yang layak untuk difoto. Mengetahui subyek yang Anda foto akan mempermudah Anda dalam memposisikan diri saat memotret.

Nah sudah cukup jelaskan persiapan tekniknya, kalo bisa jangan mengunakan tripod karena itu akan menghadang gerak bebasnya kamera, semoga artikel ini bermanfaat . Salam photographer  info-motret.blogspot.com